Diposkan pada Event

RKM 2018 : “ITE INFLAMMATE OMNIA”

Rumah Retreat St. Elizabeth Bandungan menjadi saksi diadakannya RKM (Retreat Kepemimpinan Mahasiswa) 2018 di akhir November. Acara yang luar biasa ini berlangsung selama 3 hari, terhitung dari Jumat – Minggu (23-25/11). Cuaca yang sangat sejuk, tempat yang nyaman dan pemandangan yang dihiasi Gunung Merbabu, Gunung Andong dan Gunung Tejomoyo serta Rawa Pening menjadi perpaduan suasana yang luar biasa selama retreat ini.

Seperti biasa, BNI menjadi titik kumpul kami menuju Rumah Retreat St. Elizabeth (23/11). Tepat pukul 13.30 kami melaju menuju Rumah Retreat St. Elizabeth, Bandungan dan sebelum berangkat tentunya diawali doa bersama oleh Yosafat Pramudya Adriyanto (FIP ’17). Sepanjang perjalanan, terpancar rasa semangat dari setiap candaan dan keakraban kami. Setelah 1 jam perjalanan, kami menginjakkan kaki di Rumah Retreat St. Elizabeth pukul 14.30 WIB. Panitia yang telah datang lebih dahulu menyambut kami dengan hidangan hangat ronde yang menghilangkan lelah perjalanan kami. Kemudian kami dipersilahkan untuk istirahat dan MCK sembari menunggu teman-teman kami yang menyusul.

Selesai MCK, dilanjutkan dengan sesi 1 yang dibawakan oleh seorang trainer yang luar biasa yaitu Bapak Cawu. Beliau memiliki pengalaman yang luar biasa dalam dunia ini, salah satunya yaitu menjadi satu-satunya pegawai sipil yang dipercayakan menjadi trainer di dunia militer bersama Bapak Yulius Werda. Sesi 1 membahas tentang keberanian dalam mengambil keputusan secara kreatif. Materi yang disampaikan juga tidak membosankan karena diisi dengan berbagai games yang menyita antusiasme kami. Keceriaan dan tawa lepas kami memenuhi kapel ini. Di sela-sela sesi ini, kami juga menyantap hidangan makan malam pukul 19.00 dan sesi ini berakhir pada pukul 22.30 yang dilanjutkan dengan istirahat.

Sabtu (24/11), sinar matahari pagi menyambut kami dengan hangatnya. Pagi ini diawali dengan renungan pagi yang dibawakan oleh Fransiska Cynthia Putri (FH ’17). Begitu tenang dan damainya diiringi dengan alunan instrumental lagu rohani. Setelah itu, dilanjutkan dengan  sarapan dan kembali menuju kapel untuk mengikuti sesi selanjutnya.

Sesi 2 masih dengan seorang yang luar biasa, yakni Bapak Cawu. Sebelum dimulainya sesi 2, kami disuguhkan dengan berbagai foto kegiatan kami dari awal menginjakkan kaki sampai malam terakhir. Seluruh isi kapel dipenuhi oleh gelak tawa kami yang menyaksikan setiap ekspresi peserta yang tertangkap dalam kamera. Lalu dalam sesi kedua ini, kami diajak untuk bagaimana bisa memiliki komunikasi yang efektif dan benar dalam berorganisasi. Perumpamaannya pun dilaksanakan melalui berbagai games, sehingga kami lebih mudah menangkap maksud dari pokok bahasan ini. Setelah itu, kami juga diajak untuk berkumpul membentuk satu lingkaran dan membahas visi dan misi UKKK St. Stanislaus Kostka yang dipimpin oleh ketua UKKK, yaitu  Avira Kristin (FT ’15). Kami diharapkan bisa lebih berani dan optimis dalam mengambil & memandangan keputusan yang diaplikasikan melalui bagaimana sebuah pensil bisa patah menjadi dua dengan hanya satu jari dan sebuah ubi mentah yang bisa ditusuk dengan sebuah sedotan plastik. Sepanjang sesi tersebut, tentu kami dipersilahkan untuk beristirahat selama 15 menit sembari menyantap snack ringan di ruang makan dan pukul 13.00 waktunya kami untuk menyantap makan siang.

Setelah selesai menyantap makan siang, kami melanjutkan sesi dengan judul analisa SWOT yang dibawakan oleh seorang yang tak kalah luar biasa, yaitu Bapak Yulius. Walaupun judul di sesi kali ini terkesan cukup berat, tetapi tetap dengan mudah kami terima karena penyampaiannya yang singkat dan langsung diimplementasikan dengan membentuk kelompok dan mencoba untuk membuat suatu acara yang dianalisis berdasarkan analisa SWOT.

Tepat pukul 15.30, kami dipersilahkan untuk MCK dan menyantap snack seperti biasa dan kembali pukul 16.30 untuk melanjutkan sesi yang tak kalah menarik. Ya, sesi ini mengangkat tema bagaimana kita memandang sifat-sifat manusia dengan berbeda sudut pandang. Kami diberikan sebuah cerita dengan alur yang cukup rumit lalu mendiskusikan 5 pertanyaan dari cerita tersebut dalam kelompok lalu memberikan argumentasi pada setiap jawaban yang dituliskan. Bagian sesi ini pun mulai memanas tetapi menyenangkan. Terlihat dari keaktifan teman-teman yang saling memberikan pendapat dan sanggahan mengenai jawaban mereka masing-masing.

Kemudian, kami berkumpul di ruang makan untuk menyantap makan malam. Lalu dilanjutkan dengan sesi terakhir dari Bapak Yulius yaitu berani bermimpi. Lewat cerita hidup beliau, kami diajak untuk berani bermimpi dan mewujudkannya. “Mungkin memang saat ini terasa mustahil, tapi kita tidak di masa yang akan datang. Bisa saja yang disamping kamu sekarang menjadi menteri,” kata beliau. Selain berbagi cerita, kami juga diajak untuk bermain game yang sangat ekstrem. Inilah puncak acara retreat kami, seberapa berani kami berjalan di atas api. Dan benar saja, sekitar pukul 21.30 WIB kami berkumpul di tanah lapang dengan api yang sudah menyala di tengah. Lalu kami membentuk lingkaran mengelilingi api dan meluruskan tangan kami ke api menyala sambil memotivasi diri sendiri bahwa malam ini api menjadi sahabat kita bukan lagi musuh kita. Setelah itu, satu per satu kami berjalan diatas api sambil berteriak, “Bisa, harus bisa, pasti bisa!”. Ya! Kami semua berhasil mengalahkan rasa takut kami melewati api tanpa terbakar sedikitpun. Sekarang, kami semakin yakin bahwa kami mampu berjalan di atas api dan harusnya juga berani bermimpi dan berani mengambil segala resiko yang ada. Karena malam yang semakin larut, kami memutuskan untuk segera beristirahat untuk melanjutkan keseruan kami esok hari.

Minggu (25/11) pagi kami disambut dengan renungan bersama di kapel. Keheningan dan ketenangan hati tetap mewarnai seisi ruangan. Kami berdoa dan mendengarkan firman Tuhan, serta mendengar dan meresapi renungan yang diberikan. Setelah itu kami menyantap sarapan pagi bersama- sama. Sehabis makan bersama, kami dipersilakan menyiapkan diri untuk sesi terakhir dan misa penutup bersama.

Sesi terakhir ini dibawakan oleh 2 orang alumni UKKK St. Stanislaus Kostka yang menjadi ketua UKKK pada jamannya, yaitu Bapak Joko dan Bapak Wahyu. Sesi ini disambut dengan pengenalan berdirinya UKKK St. Stanislaus Kostka dan membahas mengenai tema yang diangkat pada RKM kali ini. Beliau berharap bahwa para penerus UKKK St. Stanislaus Kostka dapat melanjutkan dan membawa UKKK St. Stanislaus Kostka menjadi lebih baik bukan hanya dalam lingkup kerohanian tetapi juga dalam lingkup masyarakat.

Pukul 12.30 WIB, waktunya kami untuk melaksanakan Misa bersama. Kami berkumpul di kapel, menyiapkan diri masing- masing untuk menyambut kehadiran Tuhan dalam Ekaristi Kudus yang bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Misa diikuti dengan begitu khusyuk dan homili yang diberikan Romo Thomas Surya Awangga Budiono SJ dengan ciri khas beliau  yang gaul dan humoris membuat jalannya misa terasa menyenangkan. Misa bersama- sama UKKK St Stanislaus Kostka ini semakin menyatukan kami. Retreat tahun ini diakhiri dengan berfoto bersama dan tawa senyum kembali merekah diwajah kami. Sampai tiba waktunya kami meninggalkan tempat penuh kenangan ini pukul 13.20 WIB setelah makan siang.

Dengan mengusung tema “Ite Inflammate Omnia”, Cornellia Permata Desti (FMIPA’17) selaku ketua RKM tahun ini, berharap teman-teman yang sudah ikut RKM memiliki satu langkah lebih maju dibanding teman-teman yang tidak ikut dan semoga bisa menjadikan UKKK St. Stanislaus Kostka ini menjadi lebih baik dengan apa yang sudah didapatkan pada RKM tahun ini.

Sungguh retreat yang menyenangkan dan berkesan. Ite Inflammate Omnia! Menjadi diri sendiri, percaya diri, dan siap diutus! Terimakasih keluarga baru kami, UKKK St. Stanislaus Kostka UNNES.WhatsApp Image 2018-11-26 at 16.02.46

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s