Diposkan pada Event

RKM 2017: Jadilah Pemimpin Beriman Katolik yang Cerdas, Tangguh, Misioner, Dialogis

Regenerasi dalam suatu organisasi merupakan hal yang mutlak dilakukan, ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit yang mampu meneruskan perjuangan generasi tua ke generasi muda.

Begitu pula dengan UK3, regenerasi ini dilakukan setiap tahunnya. Retret Kepemimpinan Mahasiswa (RKM) menjadi salah satu kegiatan untuk mencari bibit unggul tersebut. “Berbuah dan Berkarya” dari Yohanes 15:2   menjadi tema yang diusung RKM 2017 ini dengan harapan setelah mengikuti RKM peserta dapat berkarya bagi negara, masyarakat, dan gereja pada khususnya.

Tentunya ada orang-orang super dibalik suksesnya sebuah acara, RKM pun demikian. Ada sembilan belas panitia super yang bekerja keras menyukseskan RKM tahun ini. Dengan dikomando oleh Lidwina Christine, panitia mempersiapkan acara ini lebih kurang dua bulan lamanya. Panitia mengonsep acara sedemikian rupa demi terbentuknya pemimpin-pemimpin beriman Katolik di masa mendatang.

RKM tahun ini dilaksanakan pada Jumat-Minggu (24-26/11/17) di Solafide Lembah Kemenangan, Ungaran. Pada hari pertama, Jumat sekitar pukul 16.30 WIB peserta dan panitia tiba di tempat langsung menyantap snack sebelum memasuki sesi 1. Setelah dirasa cukup, pukul 17.00 WIB dimulailah sesi 1 yaitu Kontrak Sosial yang dibawakan oleh Andreas Tommy selaku komdis RKM, sesi ini diisi dengan pembacaan UU RKM dan negosiasinya atau bisa disebut dengan pembacaan tata tertib untuk peserta dan panitia selama RKM berlangsung.

Lalu dilanjutkan dengan sesi 2, sesi Manajemen Diri. Andhika Wildan menjadi pemateri dalam sesi ini, Andhika menyampaikan bahwa dalam memanajemen diri diperlukan tekad untuk mengenal diri sendiri, kesabaran & ketekunan, keuletan & semangat, serta kebijaksanaan. Hal terberat atau musuh dari kemalasan adalah diri sendiri, maka yang terpenting adalah bagaimana memerangi diri sendiri dan bisa mengatur waktu dengan belajar memanajemen diri sendiri. Beliau juga berbagi ayat alkitab yang menurutnya bisa dijadikan tumpuan yaitu Amsal 3:5 di mana ayat ini mengajak kita untuk percaya kepada segala rancangan Tuhan dan tidak bersandar pada pengertian diri sendiri. Sesi ini ditutup dengan Diary of RKM di mana setiap peserta menuliskan apa yang didapatkan selama sesi berlangsung. Sebelum masuk ke acara selanutnya, teman-teman makan bersama. Setelah menyantap makan, teman-teman diajak menonton video Draw of My Life Kevin Hendrawan yang perjalanan hidupnya menginspirasi banyak orang dari yang awalnya tidak mempunyai apa-apa sampai bisa sukses. Lalu bersama dengan pendamping kelompok masing-masing, teman-teman membuat paper of my life dan menceritakannya dalam kelompok.

Sesi 3 diisi materi  Teamwork dan Komitmen Diri menjadi penutup serangkaian acara di hari pertama. Phoa Willy Angpujana menjadi pemateri dalam sesi ini. Sesi ini diawali dengan game berkenalan, dengan harapan setiap peserta mengenal temannya yang lain. Beliau menyampaikan bahwa teamwork itu berisi lebih dari satu orang dengan tujuan yang sama. Dalam teamwork juga dibutuhkan pemimpin, tujuan yang sama, menyeiramakan pendapat, dan rasa percaya satu dengan yang lain. Beliau juga meminta teman-teman untuk menuliskan komitmennya selama seminggu kedepan. Di akhir sesinya, Phoa memberikan quotes yang diambil dari film Naruto, “Daun muda yang hijau akan melanjutkan tugas daun kuning yang telah layu dan gugur”. Ini diibaratkan teman-teman peserta yang mulai tumbuh dan mengasah kemampuannya untuk melanjutkan tugas kakak-kakaknya yang mulai tua. Lalu setelah sesi selesai dan sebelum kembali ke kamar, teman-teman doa malam bersama. Setelah itu panitia melakukan evaluasi dan breafing di ruang makan.

Hari kedua merupakan hari yang sangat panjang bagi panitia juga peserta,  serangkaian kegiatan diawali dengan ibadah pagi yang dipimpin oleh Andhika Wildan lalu dilanjutkan dengan menuliskan harapan dan komitmen tiap peserta dan ditempelkan pada pohon yang sudah disiapkan yang nantinya akan diberkati pada saat misa mingguan. Lalu sarapan kemudian outbond yang lumayan mengasah otak teman-teman. Ada 4 pos outbond dan 1 pos final, di pos final ini teman-teman diberikan roti dengan madu  yang manis dan roti dengan air daun sirih yang pahit. Lalu setiap peserta dipegang oleh satu panitia, diajak untuk sekadar bercerita tentang hidupnya dan merenungkan hidup yang kadang pahit dan kadang juga manis seperti roti yang telah dimakan. Setelah itu masuk pada Sesi 4 yaitu materi Public Speaking yang dibawakan oleh Richardus Indra Gunawan. “Ketakutan yang pertama bagi sebagian orang adalah public speaking dan ketakutan yang kedua adalah kematian,” tuturnya di awal sesi berlangsung. Kemudian tiap peserta mengambil gambar yang sudah disiapkan dan diminta untuk menceritakannya di depan sebagai wujud latihan dari public speaking dan diberi kritik saran oleh pemateri. Sesi ini merupakan sesi yang paling lama karena peserta diajak langsung untuk mempraktikkan materi yang didapatkannya. Setelah sesi selesai, Drs. Stanislaus Sugiyarta, M.Si selaku ketua paguyuban dosen Kristiani UNNES hadir pula dalam RKM hari kedua ini, Bapak SL memberi sedikit pesan kepada teman-teman.

Setelah otak dan tenaga terkuras cukup lama, teman-teman menyantap makan siang untuk mengisi kembali tenaganya. Dan dilanjutkan dengan sesi 5 yaitu materi Manajemen Konflik yang dibawakan oleh FX. Rawan salah satu alumni UNNES. Rawan mengatakan bahwa saat menghadapi konflik kita bisa lebih dewasa, lebih bijaksana, dan lebih bisa berpikir panjang, serta bisa mengatasi masalah. Beliau juga berbagi materi tentang bagaimana  memanajemen konflik dalam organisasi, agar nantinya diharapkan teman-teman tahu langkah yang diambil saat dihadapikan dengan konflik dalam organisasi manapun. Selesai sesi ini, teman-teman diarahkan untuk membahas Follow Up angkatan mereka atau tindak lanjut dari RKM ini. Sebelum lanjut ke sesi  yaitu sesi terakhir, teman-teman berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama. Lalu dilanjutkan sesi 6 materi Kedewasaan Iman yang dibawakan oleh Rm. Vincentius Yudho Widianto, Pr. Romo menyampaikan bahwa pemimpin Katolik yang baik harus CTMD (Cerdas, Tangguh, Misioner, Dialogis). Cerdas artinya mengetahui isi iman Katolik dan mau belajar sedikit demi sedikit tentang iman Katolik. Tangguh artinya daya tahan cukup saat imannya dihadapkan dengan tantangan. Misioner artinya berani menjadi pewarta di manapun dan ke mana saja. Serta Dialogis artinya imannya siap berdialog dengan orang yang berbeda iman. Dan kegiatan hari kedua ditutup dengan Misa Mingguan. Lalu teman-teman langsung beristirahat ke kamar masing- masing.

Pada pukul 00.30 WIB di hari minggu, teman-teman dibangunkan untuk doa Rosario. Panitia menyiapkan 5 pos sesuai dengan 5 peristiwa dalam Rosario. Peristiwa yang direnungkan yaitu peristiwa sedih agar teman-teman  mampu merenungkan sengsara Tuhan Yesus. Dalam setiap pos juga teman-teman diberikan  beban yang berbeda-beda. Dan final  teman-teman diajak untuk merenungkan dan berdoa atas kehidupannya selama ini. Setelah selesai teman-teman melanjutkan istirahatnya. Paginya, teman-teman melakukan action plan mereka diminta untuk membuat satu pohon dari ranting, daun, bunga, dan lain-lain yang ada di sekitar Solafide untuk mengaplikasikan semua yang sudah didapatkan selama RKM. Setelah selesai membuat, teman-teman mempresentasikan makna pohon yang mereka buat dan keterkaitannya dengan materi yang telah diterima selama RKM. Namanya “Pohon Kehidupan” ada daun yang diibaratkan seperti pesan yang disampaikan Phoa, ada berbagai jenis bunga yang diibaratkan di Indonesia ada beragam suku, ras, agama, dan lain-lain yang harusnya menjadikan persatuan bukan malah perpecahan, dan ada pula motor unik dan antik yang biasanya mahal dan paling dicari yang diibaratkan manusia makhluk yang memiliki keunikan dan keantikannya masing-masing apabila potensi dalam dirinya terus digali akan dicari dan dibutuhkan orang sekitarnya. Kemudian kembali membahas Follow Up dan memaparkan hasil diskusi mereka kemarin sore. Tibalah di penghujung acara RKM 2017 yaitu kesan dan pesan bagi panitia dan sesama peserta dan dilanjutkan dengan foto bersama. Terima kasih untuk kebersamaannya selama tiga hari dua malam, semoga apa yang telah diberikan dapat bermanfaat bagi kehidupan teman-teman selanjutnya. Semoga bisa memanajemen diri sendiri dan lebih disiplin waktu. Jadilah pemimpin yang berkomitmen dan mampu bekerja sama, mampu berbicara di depan umum, dan memanajemen konflik yang ada, tak lupa juga jadilah pemimpin yang beriman Katolik sejati. Tuhan Memberkati.

Galeri foto RKM, klik disini.

Peserta RKM saat bermain game diakhir sesi 5
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s